TRIBRATANEWS SABANG – Kepala Kepolisian Resor Sabang AKBP Slamet Wahyudi,SIK.,MH melaksanakan Press Release terkait pengungkapan kasus Korupsi yang merugikan negara senilai 2.6 M bertempat di aula Dira Bratha Polres Sabang hari Rabu (29/06/2016).

Kapolres Sabang menjelaskan, Dimana proyek untuk kebutuhan air minum masyarakat Sabang, yang menggunakan anggaran yang bersumber dari dana Otonomi Khusus OTSUS tahun 2013 sebesar 3 miliar 475 juta lebih telah terjadi peyelewengan.

Dijelaskannya, pembangunan Instalasi Pengelola Air atau Water Treatment Plant  (WTP), tersebut direncanakan akan dibangun sama persis dengan pembangunan Instalasi Pengelola Air atau WTP yang dibangun sebelumnya, di Gampong Aneuk Laot dengan anggaran bersumber dari dana Otsus tahun 2011.

Dalam perjalanan pembangunan Instalasi Pengelola Air, Rumah Pompa dan Rumah Jaga tersebut, tersangka mencari beberapa perusahaan yang memiliki barang-barang yang dibutuhkan dengan harga murah, namun tidak sesuai standar yang telah ditetapkan.

Harga yang ditawarkan ketika itu sebesar Rp.2.200.000.000,- dari pagu anggaran Rp.2.500.000.000,- untuk pembangunan WTP, kemudian tersangka ZU menerima saran tersangka MA selaku Direktur PT.Rah-Rah Red Wana Bhakti, agar mencari perusahaan lain, yaitu Eka Mitra Nusantara Group PT.Bramindo Linclon yang memberikan harga yang jauh lebih murah yaitu Rp.1.700.000.000,-, akan tetapi barang tersebut tidak sesuai dengan perencanaan, pelelangan, kontrak maupun adendum kontrak.

Dari hasil audit pekerjaan yang dilakukan Oleh Ahli perhitungan fisik menolak secara mutlak pekerjan tersebut karena tidak sesuai dengan Kontrak.

Serta audit dari badan pengawasan keuangan dan pembangunan (BPKP),menjelaskan kerugian keuangan negara mencapai Rp.2.615.910.370,60.

“Kini berkas perkara sudah rampung dah sudah diserahkan ke kejaksaan”ujar Kapolres.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here