TRIBATANEWSSABANG – Selasa (15/11/2016) Pukul 09.00 WIB.Polres Sabang Telah melaksanakan apel besar kebhinnekaan cinta damai . Yang berTema “ Melalui Hikmah Hari Pahlawan Ke-71 Tahun 2016, Kita Tingkatkan Kesadaran Dan Partisipasi Masyarakat Guna Mewujudkan Persatuan Dan Kesatuan NKRI Yang Kokoh.di kota Sabang,yang dihadiri oleh Muspida,Muspida Plus dan seluruh tokoh agama Islam,kristen,Khatolik dan tokoh Budha yang ada dikota Sabang.

Berdasarkan amanat Walikota sabang T.Aznal Zahri, S.STP, M.Si yang di bacakan kepada Sekda Sofian adam, S.H. yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi Masyarakat terhadap keamanan dan ketertiban. Dalam amanat ini  tercantum bangsa Indonesia yang merupakan salah satu dari 4 pilar kebangsaan yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” yang bermakna “walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu”.

Hal ini mencermin dari semakin sensitifnya masyarakat pada isu-isu ekonomi, social, politik, bahkan sara(suku agama dan ras) yang dikhawatirkan memberi peluang terjadinya perpecahan dan disintegrasi bangsa.

Bangsa Indonesia bisa merdeka dan berdiri kokoh sampai sekarang bukan karena jasa satu atau dua golongan saja, akan tetapi merupakan karena jasa dari seluruh Rakyat Indonesia. Kita tidak boleh melupakan mengapa hanya karena satu dua permasalahan bangsa ini menjadi terpecah belah.

Maka sudah sepantasnya seluruh Rakyat Indonesia untuk dapat menggunakan dan menanggapi berbagai isu yang berkembang baik di masyarakat maupun di media social dan elektronik dengan sebijaksanaan dalam berfikir, Bersikap dan Bertindak Agar Tidak Terpansing pada berpecahan Bangsa. IndikasiLuntunya berbangsa dan bernegara yang merak terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Oleh karena itu, Pada Kesempatan yang baik ini, Kami mengajak setiap elemen masyarakat, mari kita bangun kembali semangat kepahlawanan dalam mengembangkan semangat Kebhineka Tunggal Ika dalam kehidupan Keseharian kita bersama. Dengan menjaga Kebhinekaan kita daot mempererat persatuan nasional menuju cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 1995.

Yang terakhir, Kami juga ingin mengajak kepada kita semuanya untuk senantiasa mengembangkan cara berfikir yang kritis-transformatif terhadap Kondisi keyakinan bangsa dan negara. Dan meneguhkan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Sebagai Harga MATI.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here